Gagak Yang Sombong
Pada zaman dulu di tepi hutan, ada seekor burung gagak tua membungkus
dirinya dengan bulu-bulu burung merak yang indah dan dia berjalan
berkeliling pamer kepada burung gagak yang lain. Sebenarnya dia malah
terlihat sangat lucu, karena bulunya yang hitam legam masih terlihat
dibalik kostum bulu meraknya. Tetapi dia tetap berjalan angkuh dengan
bangga dan memandang teman-temannya yang menonton dengan merendahkan.
Burung yang sombong itu bahkan mematuk teman-temannya yang berani datang
mendekat. "Tukang tipu!" teriak burung gagak yang lain sambil terbang
ke dalam hutan.
Burung gagak tua itu yakin dia secantik burung merak, sehingga ia lalu
mendekati sekumpulan burung merak yang sedang berjemur. Dia berpura-pura
menjadi burung merak lalu memberi salam pada mereka. Tetapi para burung
merak itu tidak tertipu. Mereka melihat bulu burung gagak yang hitam
dibalik bulu warna warni. Mereka sangat marah pada kelancangannya
sehingga ramai-ramai menghampirinya. Mereka berteriak dan mematukinya
tanpa ampun, kostum warna warni gagak itu hancur tercabik cabik.
Kecewa dan sedih, si gagak mencari teman untuk menghibur hatinya. Tetapi
teman-temannya juga sudah sangat kecewa padanya. "Tidak! Tidak!" teriak
mereka. "Jangan kembali lagi pada kami. Kamu sudah memutuskan untuk
menjadi burung merak. Sekarang kamu terima akibatnya." Mereka
meneriakinya hingga ia terbang jauh.
Burung malang itu sekarang tidak punya teman. Dia dihukum karena berpura
pura menjadi orang lain, dan bahkan mencibir teman temannya yang
sederajat.
Pesan dari cerita ini adalah : jadilah dirimu apa adanya. Jangan bersikap sombong, tinggi hati, dan ingin merasa lebih baik dari yang lain dengan merendahkan mereka.
Pesan dari cerita ini adalah : jadilah dirimu apa adanya. Jangan bersikap sombong, tinggi hati, dan ingin merasa lebih baik dari yang lain dengan merendahkan mereka.

EmoticonEmoticon